Alasan Penghapusan Dan Wacana Pengganti UNAS 2020

Alasan Penghapusan Dan Wacana Pengganti UNAS 2020

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) sedang mengkaji kemungkinan penghapusan ujian nasional (UN). sebagai arah kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di tahun 2020 mendatang, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan diganti dengan ujian (assesment) yang diselenggarakan hanya oleh sekolah. Ujian ini  untuk menilai kompetensi peserta didik yang dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis dan/atau bentuk penilaian lain yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan.

Menurut sumber yang didapat diksionary.com, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menilai ada tiga permasalahan terkait Ujian Nasional yaitu :

1). Materi UN terlalu padat sehingga peserta didik dan guru cenderung menguji penguasaan konten, bukan kompetensi penalaran.

2). Ujian Nasional (UN) menjadi beban bagi peserta didik, guru, dan orang tua karena menjadi indikator keberhasilan peserta didik sebagai individu. Padahal Ujian Nasioana (UN) seharusnya berfungsi sebagai pemetaan mutu sistem pendidikan nasional, bukan penilaian peserta didik.

3). Ujian Nasional (UN) hanya menilai aspek kognitif (pengetahuan) dari hasil belajar, belum menyentuh karakter peserta didik secara menyeluruh.

Berdasarkan tiga hal ini, maka pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2019/2020 yang rencananya berdasakan POS UN akan dilaksanakan pada 16-19 Maret 2020 untuk SMK dan 30 Maret- 2 April 2020 bagi SMA/MA merupakan pelaksanaan Ujian Nasional yang terakhir kalinya.

Dengan kata lain UN dihapus untuk Tahun Pelajaran 2020/2021. Sebagai gantinya berupa Penilaian Kompetensi Minimum (PKM) dan Survei Karakter. Penilaian Kompetensi Minimum yang dimaksud berupa Penilaian Literasi (kemampuan bernalar tentang menganalisis suatu bacaan serta kemampuan memahami konsep di balik tulisan) dan Penilaian Numerasi (kemampuan menganalisis dengan menggunakan angka-angka). Sedangkan Survei Karakter mengacu pada kompetensi sikap sosial dan nilai-nilai Pancasila.

Wacana menghapus ujian nasional masih dikaji. Nantinya akan ada perbaikan sistem kelulusan bagi siswa. Pengganti ujian nasional digadang-gadang adalah asesmen kompetensi. Sistem ini sudah disiapkan Kemendikbud.

Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI) untuk mengidentifikasi capaian belajar siswa. Adalah program pemetaan capaian pendidikan untuk memantau mutu pendidikan secara nasional atau daerah yang menggambarkan pencapaian kemampuan siswa.
Asesmen ini untuk membantu guru mendiagnosa kemampuan siswa pada topik-topik yang substansial, dan dapat memperkaya penilaian formatif di sekolah

Kemendikbud  tengah mendesain platform pendidikan yang disebut merdeka belajar. Merdeka untuk murid, guru, dan lembaga pendidikan. Wajah dan sistem pendidikan Indonesia harus berubah. Bukan lagi sekadar menghapal, tapi beralih ke kompetensi.
Dalam merencanakan penghapusan ujian nasional, Indonesia bisa mencontek negara lain yang sudah menerapkan kebijakan serupa:

1. Singapura

Ujian sekolah dihapus mulai tahun 2019. Sebagai gantinya, murid diberi lebih banyak waktu untuk berdiskusi, PR, dan kuis.

2. India

Kebijakan penghapusan ujian nasional di India mulai berlaku tahun 2021. Langkah ini ditempuh karena ujian nasional dinilai memberatkan siswa

3. Finlandia

Meniadakan ujian nasional. Negara yang terkenal dengan sistem pendidikan terbaik di dunia ini memang jarang membebani siswa dengan PR, apalagi ujian nasional

4. Jepang

Pelajar hanya menghadapi ujian satu kali, yakni ketika ujian masuk perguruan tinggi

5. Amerika

Tidak ada ujian nasional. Akan tetapi, siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi harus memenuhi persyaratan nilai yang sudah ditentukan

6. Jerman

Para siswa di Jerman tidak menghadapi ujian nasional

7. Australia

Meniadakan ujian nasional, tapi ada ujian state. Ujian ini hanya sebagai penentu melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi, bukan syarat utama kelulusan siswa.

Bila nanti ujian nasional betul-betul dihapus, bukan berarti kamu berhenti belajar. Asah terus keahlian, kemampuan, dan kompetensi. Ini penting sebagai bekal kamu untuk melanjutkan pendidikan maupun terjun ke dunia kerja. Buat kamu yang akan menghadapi ujian nasional tahun depan, tetap semangat!