Dampak Positif dan Negatif Mendikbud Hapus UN

Dampak Positif dan Negatif Mendikbud Hapus UN

Wacana menghapus ujian nasional (UN) SD, SMP, SMA bakal menjadi babak baru sistem pendidikan Indonesia. Inilah gebrakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim yang akan membuat beban para siswa tingkat akhir lebih ringan.

Kebijakan penghapusan ujian nasional memang bukan hal baru lagi,  karena dalam era pemerintahan sebelumnya, kontroversi tentang perlu atau tidaknya ujian nasional selalu menjadi hal yang selalu diperdebatkan oleh berbagai kalangan civitas akademik. Selama ini memang pelaksanaan ujian nasional salah satu tujuannya adalah sebagai tolak ukur pemetaan pendidikan diindonesia namun jika ujian nasional dihapus bagaimana cara pemerintah dalam memetakan pendidikan di indonesia?

Kini, wacana menghilangkan ujian akhir kembali bergulir. Bahkan nadanya lebih serius. Nadiem yang juga mantan CEO Gojek itu sepertinya tahu betul keinginan guru, murid, dan orangtua. Penasaran dengan dampak positif dan negatif dari penghapusan ujian nasional ini? Diksionary.com akan mengulasnya seperti dirangkum dari berbagai sumber.

Dampak Negatif:

1. Beban psikologis siswa berkurang
Dengan dihapusnya kebijakan ujian nasional, siswa tak terlalu terbebani untuk belajar yang melebihi proporsinya, toh selama ini ketika ujian nasional sudah dekat siswa dituntut untuk belajar ekstra. siswa harus mengorbankan hal yang cukup urgent untuk belajar dan belajar hanya demi target bisa lulus ujian nasional. Frekuensi belajar yang tidak lazim dan cenderung dipaksakan justru akan membuat pelajaran sulit untuk dipahami serta akan berdampak negatif terhadap psikologis siswa.

2. Menghadirkan rasa keadilan siswa di indonesia

Hal yang sangat tidak bijaksana dalam pelaksanaan ujian nasional adalah siswa diseluruh indonesia diberikan soal yang sama secara nasional. padahal jika dilihat secara kasat mata pemerataan pendidikan di indonesia belum sepenuhnya terealisasi dan sekolah-sekolah yang ada hanya 30% yang berada di atas standar nasional. hal tersebut memunculkan rasa ketidakadilan bagi siswa dengan sarana dan prasarana serta tenaga pendidik yang masih sangat memprihatinkan karena mereka harus bersaing dan menjawab soal yang sama dengan siswa yang berada di perkotaan dengan fasilitas pendidikan yang layak dan berstandar nasional

3. Meminimalisir pemahaman yang keliru tentang makna belajar

Hal yang menjadi rahasia umum lagi adalah terkadang seorang anak, orang tua dan masyarakat mengukur kemampuan seorang anak berdasarkan prestasi akademik yang diraihnya. lulus ujian nasional menjadi acuan anak tersebut dikatakan berprestasi atau tidak. hal ini justru menimbulkan pemahaman yang keliru tentang makna belajar karena hakikat belajar adalah membuat seorang anak menjadi lebih memahami hal yang baik dan salah. sebagian orang tua juga menjadikan ujian nasional yang diraih anaknya sebagai sebagai acuan anaknya layak untuk melanjutkan sekolah atau tidak.

Dampak negatif penghapusan ujian nasional:

1. Motivasi belajar siswa berkurang

Tak dapat dipungkiri bahwa pelaksanaan ujian nasional selama ini justru berefek pada meningkatnya semangat belajar siswa selain memiliki target untuk lulus ujian nasional  sebagian dari mereka juga menganggap ujian nasional sebagai ajang rivalitas untuk melihat siapa yang terbaik. Dan seperti yang kita ketahui bahwa mental sebagian anak-anak indonesia memang butuh dipaksa agar bisa berprestasi, jadi ujian nasional juga sebagai wadah yang melecut semangat siswa untuk belajar dan berprestasi.

2. siswa akan menjadi acuh tak acuh untuk belajar

Salah satu dampak negatif penghapusan ujian nasional adalah sebagian siswa akan menjadi acuh tak acuh untuk belajar. dimana pada saat pelaksanaan kebijakan ujian nasional pun masih ada siswa yang malas belajar dan menganggap belajar sebagai hal yang tidak penting apalagi jika ujian nasional dihapus. Memang peranan ujian nasional selama ini adalah memunculkan rasa khawatir tersendiri bagi yang memancing siswa untuk lebih giat belajar.

3. Anak-anak akan sulit mengetahui potensi dalam dirinya

Ujian nasional selain yang berfungsi sebagai standarisasi nasional untuk mengetahui kemampuan siswa dalam skala nasionalselain itu ujian nasional  juga menjadi tolok ukur tersendiri bagi siswa untuk mengukur kemampuan dirinya. melalui hasil yang diraih melalui ujian nasional siswa akan memahami kemampuan serta potensi yang dimilikinya. akan tetapi ketika ujian nasional dihapus siswa akan kesulitan mematakan kemampuan dalam dirinya dalam menentukan pilihan dalam studi ditingkat pendidikan selanjutnya.
Persiapan ujian nasional panjang. Sampai ikut bimbingan belajar (bimbel) dengan biaya cukup mahal. Khawatir tidak mampu mengerjakan soal ujian, mendapat nilai jeblok, hingga bayang-bayang tidak lulus menghantui siswa.

Momok ujian nasional saban tahun menyerang psikologis anak. Anak jadi stres berat, depresi, sakit keras, dan ujung-ujungnya berakhir dengan kabar duka meninggal dunia gegara UN. Inilah alasan yang melatarbelakangi rencana Nadiem membenahi sistem pendidikan di Tanah Air, termasuk wacana kebijakan menghapus ujian nasional.