Profil Rocky Gerung, Pengamat Politik Paling Kontroversial

Biografi

Profil Rocky Gerung, Pengamat Politik Paling Kontroversial

No Rocky No Party. Begitulah akhirnya sang filsuf, akademisi dan intelektual publik (menyadur dari biografi yang tertera di laman wikipedia) mendapat sebuah sematan dari khalayak ramai.

Sosoknya makin populer setelah sering tampil sebagai narasumber di Indonesia Lawyers Club yang tayang di tvOne. Beragam tema yang diusung ILC dengan host Karni Ilyas di program ini berhasil menjawabnya dengan penuh filosofi.

Pria berkacamata itu bernama lengkap Rocky Gerung. Ia adalah pengamat politik yang paling banyak dibicarakan di media sosial. Pria bertubuh kecil itu identik dengan kacamata kecil serta sweeter yang selalu digantung di bahunya.

Dengan latar belakang filsafat, Rocky Gerung menjadi pengamat yang paling kritis dan acapkali mengkritisi rezim Jokowi-JK. Ia mulai terkenal karena komentarnya yang kontroversial di layar kaca.

Rocky Gurung dikenal sebagai seorang pengamat politik, peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, dan dosen di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Argumentasinya seringkali menjadi sorotan karena mengundang kontroversi.

Rocky lahir di Manado, 20 Januari 1959. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia saat usianya 27 tahun. Pada tahun 2007, Rocky mendirikan lembaga SETARA Institute yang fokus pada isu kesetaraan, HAM, dan keberagaman.

3 Kontroversi Rocky:

Salah satu hal yang lekat dengan sosok profesor yang satu ini adalah kontroversi, sebab tak jarang komentar dan kritikannya membuat beberapa orang sakit hati. Dalam artikel profil dan biografi lengkap Rocky Gerung berikut, kamu bisa tahu kontroversi apa saja yang melibatkannya. Simak terus ya!

1. Pernyataan Seputar Kitab Suci

Pada April 2018, Rocky dalam ILC mengatakan bahwa kitab suci itu fiksi tapi bukan fiktif. Pernyataan tersebut membuat sebagian masyarakat Indonesia geram dengan filsuf berkacamata ini. Bahkan, sehari setelah acara tersebut tayang, Rocky Gerung dilaporkan ke polisi oleh Arya Permadi karena dianggap menghina agama.

Menanggapi hal ini, Rocky memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa ia tidak menggunakan fiksi berdasarkan definisi KBBI. Sebab, sebelum ia mengeluarkan pernyataan itu, dirinya telah menerangkan apa arti fiksi dari hasil pemikirannya. Ditambah lagi, meski Rocky Gerung memeluk agama Kristen, saat acara tersebut ia tidak secara spesifik menyebut satu nama kitab suci baik milik agamanya maupun agama lain.

Pada April 2018, Rocky dalam ILC mengatakan bahwa kitab suci itu fiksi tapi bukan fiktif. Pernyataan tersebut membuat sebagian masyarakat Indonesia geram dengan filsuf berkacamata ini. Bahkan, sehari setelah acara tersebut tayang, Rocky Gerung dilaporkan ke polisi oleh Arya Permadi karena dianggap menghina agama.

Menanggapi hal ini, Rocky memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa ia tidak menggunakan fiksi berdasarkan definisi KBBI. Sebab, sebelum ia mengeluarkan pernyataan itu, dirinya telah menerangkan apa arti fiksi dari hasil pemikirannya. Ditambah lagi, meski Rocky Gerung memeluk agama Kristen, saat acara tersebut ia tidak secara spesifik menyebut satu nama kitab suci baik milik agamanya maupun agama lain. 

Meski tidak ditahan oleh pihak yang berwenang, insiden ini membuatnya diserang oleh warganet yang marah. Rocky sendiri memang terkenal sering menggunakan bahasa yang terlalu sulit, sehingga terkadang makna dari kata-katanya salah ditafsirkan orang.

Jika kamu baru tahu isu ini setelah membaca artikel biodata dan profil lengkap Rocky Gerung, cobalah menonton videonya di YouTube. Lalu nilailah sendiri, apakah menurut kamu dia menghina agama atau tidak

Meski tidak ditahan oleh pihak yang berwenang, insiden ini membuatnya diserang oleh warganet yang marah. Rocky sendiri memang terkenal sering menggunakan bahasa yang terlalu sulit, sehingga terkadang makna dari kata-katanya salah ditafsirkan orang.

Jika kamu baru tahu isu ini setelah membaca artikel biodata dan profil lengkap Rocky Gerung, cobalah menonton videonya di YouTube. Lalu nilailah sendiri, apakah menurut kamu dia menghina agama atau tidak

2. Kritik Keras Terhadap Rezim Jokowi

Mungkin salah satu hal yang membuat Rocky Gerung mendapat banyak haters adalah kritik pedasnya terhadap kebijakan pemerintah di era Presiden Jokowi. Di berbagai acara debat, ia selalu secara tegas mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi. Bahkan, kadang-kadang perkataannya membuat lawan debatnya marah.

Misalnya, saat sedang berdiskusi dengan Ruhut Sitompul dalam sebuah diskusi mengenai kampanye Jokowi dalam sebuah acara di televisi. Pada kesempatan itu Rocky mengkritik permainan kata-kata saat Jokowi dalam beberapa pidato, dia menganggap hal tersebut tidak otentik dan palsu. Hal tersebut dibantah oleh Ruhut yang tidak terima dengan pendapatnya.

Selain kritikan saat debat di televisi, sang profesor juga kerap mengkritik kinerja Presiden Jokowi lewat postingan media sosialnya. Misalnya saat diberitakan pembangunan Tol Papua, pidato berhadiah sepeda, kasus penunjukan cawapres, atau saat rencana pembelian saham Freeport.

Meskipun begitu rajin mengkritik Jokowi, ia menegaskan bahwa dirinya juga bukan pendukung kubu Prabowo. Dalam debatnya dengan salah satu politikus, Ruhut Sitompul, ia hanya berkata bahwa ia adalah oposisi pemerintah.

3. Profesor Tanpa Gelar S3

Dalam artikel biodata dan profil lengkap Rocky Gerung ini, sudah disebutkan bahwa hanya satu studi yang diselesaikannya. Tidak hanya itu, bahkan gelar yang dimilikinya pun sebenarnya hanya setingkat S1. Tentunya tidak cukup untuk mendapat gelar profesor bukan?

Ternyata, gelar profesor tersebut adalah julukan dari teman-teman dan para akademisi yang mengakui kejeniusan Rocky. Ia sendiri ternyata tidak pernah meminta untuk dipanggil seperti itu.

Salah satu guru besar di Universitas Indonesia, Dr. Thamrin Amal Tomagola, bahkan mengakui bahwa dulu ia yang meminta Gerung untuk mengajar di UI. Ia melakukan itu karena beranggapan, meski Rocky hanya lulusan S1, tapi kemampuan akademisnya layak untuk mengajar S3.

Selain itu, dalam berbagai hal apapun Rocky Gerung selalu menjadi sosok kontroversial. Dengan kalimat khasnya yakni DUNGU disetiap post akun media sosial maupun saat tampil di televisi semakin membuka potensia banyaknya haters. Bahkan, karena keberadaan pemikirannya yang semakin kontroversial, ia sering mendapatkan kesulitan saat diundang mengisi berbagai macam seminar.

PENDIDIKAN
S1, Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, (1986)

KARIER
Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D)
Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia
Pendiri SETARA Institute (2007)
Narasumber di ILC, tvOne (2018)